Idul Fitri 1 SYAWAL 1437 H

spanduk

Empty tab. Edit page to add content here.

Art Therapy, Play Therapy & Terapi Musik

Art Therapy (Terapi Seni)

Metode psikoterapi dengan menggunakan pendekatan melalui pembuatan karya seni yang menyenangkan dalam sesi bermain.

Anak bebas untuk menuangkan imajinasi dan kreativitas seninya dan kondisi psikologisnya yang tergambar pada karya seninya.

Art therapy merupakan media non verbal bagi anak dalam mengungkapkan rasa takut, trauma, pelecehan, kekerasan, dan rahasia dalam suasana yang nyaman.

Tujuan

– peningkatan awareness terhadap diri
– mengatasi simptom (gejala stress)
– menghilangkan pengalaman traumatic
– meningkatkan kognitif & percaya diri

 

 

Penerimaan Tenaga Non PNS

Dalam rangka untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat yang berkualitas, perlu didukung dengan SDM yang sesuai dengan kompetensi dan profesional, maka dengan ini RSJ Dr. Soeharto Heerdjan melakukan penerimaan Tenaga Non PNS Tahun Anggaran 2016, dengan jenis tenaga sebagai berikut:

  1. S1 Akuntansi                                    : 2 orang
  2. S1/D3 Manajemen. Informatika   : 2 orang
  3. S1 Pekerjan Sosial                           : 1 orang
  4. D3 Analis Kesehatan                       : 1 orang
  5. Pramusaji/SMA                               : 1 orang

 

Penerimaan Tenaga Non Pns

Electro Convulsive Therapi ( ECT )

 

Electro Convulsive Therapi ( ECT ) atau Terapi kejang listrik merupakan salah satu terapi dalam kelompok terapi total. Tetapi ini berupa terapi fisik pada pasien – pasien psikiatri dengan indikasi dan cara tertentu. Terapi kejang listrik adalah suatu pengobatan untuk menimbulkan kejang grand mal secara artificial dengan melewatkan aliran listrik melalui elektroda yang dipasang pada satu atau dua tempat

ECT dapat diberikan kepada pasien dengan

  • Depresi mayot termasuk gangguan bipolar
  • Depresi berat dengan ciri psikotik
  • Skizofrenia dengan eksaserbasi akut
  • Skizofrenia dengan katatonik
  • Skizoafektif
  • Mania dengan atau tanpa gambaran psikotik
otak

Indikasi & Gejala Klinis                                                                                  Kontra Indikasi ECT

Penggunaan  Primer

  • Butuh Respon Klinis yang cepat
  • Resiko obat yang besar
  • Respon buruk terhadap psikotropika
  • Pilihan pasien

Penggunaan sekunder

  • Gagal merespon psikotropika
  • Intoleransi psikotropika
  • Butuh respon cepat karena kondisi pasien buruk

 

 Kontra indikasi

  • Penyakit Jantung
  • Infark cerebri
  • Peningkatan tekanan intra kranial
  • Masa intra kranial (Tumor, dll )
  • Hipertensi berat

Kontra indikasi relatif

  • Old miokart infark
  • TBC dengan Caverne
  • Kehamilan Trimester 1
  • Hipertensi Sedang

 

KESEHATAN JIWA ANAK & REMAJA

AUTISME ?
Autisme adalah gangguan perkembangan kompleksyang gejalanya harus sudah muncul sebelum anak berusia 3 tahun. Gangguan ini terjadi pada aspek neurobiologis otak dan mempengaruhi proses perkembangan anak. Akibat gangguan ini sang anak tidak dapat secara otomatis belajar untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya, sehingga ia seolah-olah hidup dalam dunianya sendiri.
Gejala individu autistik yang harus muncul (salah satu atau kesemuanya) adalah gangguan interaksi kualitatif, gangguan komunikasi yang tidak diusahakan diatasi dengan kemampuan komunikasi non-verbal, dan perilaku repetitif terbatas dengan pola minat, perilaku dan aktifitas berulang.APA PENYEBAB    AUTISME ?

Sampai saat ini, apa yang menjadi penyebab gangguan spektrum autisme ini belum dapat ditetapkan. Negara-negara adikuasa yang sanggup melakukan penelitian menyatakan bahwa penyebab gangguan perkembangan ini merupakan interaksi antara faktor genetik dan berbagai paparan negatif yang didapat dari lingkungan.

APA SAJA KEMUNGKINAN PENDIDIKAN BAGI MEREKA? Individu autistik tidak berbeda dengan individu lain non-autistik. Artinya, kecerdasan setiap individu sangat bervariasi.. Karena tingkat kecerdasan setiap individu berbeda, intensitas gejala autistik yang ada pada setiap individu juga tidak sama, maka kemungkinan pendidikan bagi individu autistik bervariasi dari ‘bisa mencapai pendidikan setinggi-tinggi mungkin’, sampai ‘tidak bisa dididik tetapi hanya dapat dilatih saja’. Setiap individu berbeda.

        

 

^